Rabu, 09 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
Laporan Observasi belajar dan pembelajaran
BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Dalam rangka menunjang pelaksanaan proses pembelajaran mata kuliah BELAJAR DAN PEMBELAJARAN II maka, kami mengadakan observasi di SMPN 7 Mataram tentang bagaimana proses belajar mengajar “Teori yang digunakan konstruktivistik” dalam mata pelajaran PKn. Untuk mengetahi bagaimana proses belajar mengajar dan teori belajar apa yang digunakan dalam pelajaran PKn di SMPN 7 Mataram,maka kami mengikuti proses belajar mengajar pada salah satu kelas VIII.9 di SMPN 7 Mataram dan mengadakan interview dengan guru mata pelajaran PKn yang mengajar di kelas itu.Dan kami menganalisi bagaimana proses belajar mengajar tersebut dan teori dan metode belajar apa yang digunakan oleh guru mata pelajaran PKn dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman kami dalam pengimplementasian teori dan metode belajar di sekolah.
Selain itu, observasi ini juga kami lakukan untuk mengetahui apakah guru mata pelajaran khususnya PKN sudah menerapkan teori dan metode belajar yang didapatkannya selama di perguruan tinggi dan sebagai refrensi bagi kami umtuk meningkatkan kualitas dalam persiapan, proses, dan evaluasi pembelajaran ke depannya.
2. Rumusan Masalah
a. Apakah teori, metode, dan pendekatan belajar yang di gunakan di SMPN 7Mataram dalam mata pelajaran PKn ?
b. Bagaimana pengimplementasian teori belajar konstruktivistik di SMPN 7 Mataram pada mata pelajaran PKn?
3. Manfaat
a. Untuk mengetahui teori, metode dan pendekatan yang digunakan di SMPN 7 Mataram dalam Mata Pelajaran PKn
b. Untuk mengetahui pengimplementasian teori belajar konstruktvistik dalam kegiataan kegiatan belajar mengajar di SMPN 7 Matarm
BAB II
METODE PELAKSANAAN
A. WAKTU DAN TEMPAT
Observasi kami laksanakan di SMPN 7 Mataram, pada waktu sebagai berikut :
1) Rabu,23 November 2011 (mengantar surat)
2) Selasa,29 November 2011 (observasi proses belajar mengajar dalam kelas VIII.9 dan interview dengan guru)
B. CARA PENGUMPULAN DATA
1) Tinjauan kelas
Dengan meninjau kelas atau mengikuti proses pembelajaran di kelas VIII.9 di SMPN 7 Mataram,kami mendapatkan beberapa data seperti bagaimana proses belajar mengajar, metode dan teori belajar apa yang digunakan oleh guru PKn di sekolah tersebut secara langsung.
2) Interview
Dalam pengumpulan data, selain menggunakan metode tinjaun kelas kami juga menggunakan metode interview dengan guru Mata Pelajran PKn di sekolah tersebut.Sehingga mempermudah kami dalam pengambilan data-data apapun yang kami perlukan.
C. KENDALA YANG HADAPI DALAM OBSERVASI
Sebelum melakukan observasi di SMPN 7 Mataram, kami mengalami beberapa kendala diantaranya ;
a. Setelah mengantar surat izin observasi di SMPN 7 Mataram,pada hari rabu tanggal 23 November 2011 kelompok kami tidak langsung di terima karena pada hari itu kepada sekolah SMPN 7 Mataram sedang tidak di tempat.
b. Kamis, tanggal 24 November 2011 kami kembali untuk mengkonfirmasi apakah kelompok kami sudah mendapatkan izin dari kepala sekolah untuk melakukan observasi, tetapi belum ada kepastian dari kepala sekolah.Karena kepala sekolah sedang sibuk
c. Sabtu, tanggal 26 November 2011, kami sudah mendatkan izin dari pihak sekolah untuk melakukan observasi, dan mencari guru Mata Pelajaran PKn tetapi guru PKN di sekolah tersebut sedang sakit dan tidak berada di sekolah.
d. Senin, 28 November 2011, kami menemui guru Mata Pelajaran PKn dan menentukan jadwal dengan menyesuaikannya dengan jadwal kuliah.
e. Selasa, 29 November 2011, kami melakukan observasi di SMPN 7 Mataram kelas VIII.9
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas VIII.9 SMPN 7 Mataram
Hari,tanggal : selasa,29 November 2011
Sekolah : SMPN 7 Mataram
Mata Pelajaran : PKn
Pokok Bahasan : Amandemen UUD 1945
Kelas : VIII.9
Nama Guru : Nurul
Jumlah siswa : 39 (tiga puluh Sembilan)
Waktu : 07.15-08.35
B. Materi Pembelajaran
a. Pokok Bahasan :
b. Standar Kompetensi : Memahami berbagai konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia
c. Kompetensi Dasar : Menunjukkan hasil-hasil amandemen UUD 1945
C. Langkah atau kegiatan pembelajaran
a. Kegiatan Awal
1) Berdo’a bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2) Absensi dan kebersihan kelas
3) Tanya jawab tentang materi yang akan disampaikan (untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa terkait dengan materi yang akan disampaikan)
4) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam proses pembelajaran
b. Kegiatan Inti
1) Guru menyampaikan materi pembelajaran secara umum
2) Guru menjelaskan tentang metode pembelajaran yang akan digunakan dalam menyampaikana materi pelajaran
3) Guru membagikan masing-masing satu kertas pada siswa untuk menuliskan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dibahas
4) Setelah selesai menuliskan pertanyaan, guru meminta siswa untuk memasukkan pertanyaan tersebut ke dalam toples yang telah disediakan
5) Guru mengundi nomer yang telah disesuaikan dengan jumlah siswa
6) Nomor yang keluar akan disesuaikan dengan nomor absen siswa kemudian mengambil satu pertanyaan dan menjawab sendiri pertanyaan tersebut , begitu seterusnya.
c. Kegiatan Akhir
1) Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
2) Guru mrmberikan tugas rumah kepada siswa secara individu
3) Guru menutup pelajaran dengan berdo’a dan salam.
D. Metode Pembelajaran yang digunakan (Snowball Throwing )
1) Kelebihan pembelajaran dengan metode snowball throwing
a) Melatih kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan.
b) Siswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari. Hal ini disebabkan karena siswa mendapat penjelasan dari teman sebaya yang secara khusus disiapkan oleh guru serta mengerahkan penglihatan, pendengaran, menulis dan berbicara mengenai materi yang didiskusikan dalam kelompok.
c) Dapat membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan kepada teman lain maupun guru.
d) Melatih siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh temannya dengan baik.
e) Merangsang siswa mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan dalam pelajaran tersebut.
f) Siswa akan lebih mengerti makna kerjasama dalam menemukan pemecahan suatu masalah.
g) Siswa akan memahami makna tanggung jawab.
h) Siswa akan terus termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya.
2) Kelemahan pembelajaran dengan metode snowball throwing
a) Terciptanya suasana kelas yang kurang kondusif
b) Adanya siswa yang bergantung pada siswa lain
E. Teori dan Pendekatan Pembelajaran
Pendekatanyang digunakan dalam proses pembelajaran adalah pendekatan kontekstual dimana belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi, karena hal tersebut terbukti hanya berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang.
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan metode snowball throwing, dimana metode ini menggunakan komponen utama yang terdapat pada pendekatan kontekstual yaitu teori belajar:
a) Konstruktivisme (Constructivism)
Pendekatan ini pada dasarnya menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar lebih diwarnai student centered daripada teacher centered. Sebagian besar waktu proses belajar mengajar berlangsung dengan berbasis pada aktifitas siswa.
Pandangan konstruktivis sangat berbeda dengan pandangan behavioris. Menurut pandangan konstruktivis siswa aktif dalam membangun pengetahuan dan tidak hanya sekedar menerima pasif dari guru. Esensi teori konstruktivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan.
Pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pengalaman semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Menurut Piaget manusia memilki struktur pengetahuan dalam otaknya, yang masing-masing individu memilki kemampuan yang berbeda-beda. Setiap pengalaman baru (struktur pengetahuan) dihubungkan dan disimpan di dalam otak manusia. Struktur pengetahuan dikembangkan dalam otak manusia melalui dua cara, yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah struktur pengetahuan dibuat atau dibangun atas dasar struktur pengetahuan yang sudah ada. Akomodasi adalah struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menampung dan menyesuaikan dengan pengalaman baru yang diperoleh.
Berdasarkan hasil observasi kelompok kami, teori belajar Konstrukrivistik yang digunakan dalam pembelajaran dapat dicirikan :
· Siswa terlibat aktif dalam pembelajarannya. Siswa belajar PKn secara bermakna dengan bekerja dan berfikir.
· Informasi baru harus dikaitkan dengan informasi lain sehingga menyatu dengan skemata yang dimiliki siswa agar pemahaman terhadap informasi terjadi.
· Menurut pandangan konstruktivistik belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan dimana pembentukan pengetahuan ini harus dilakukan oleh si belajar(siswa), ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari
· peran guru dalam pembelajaran konstruktivistik membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancer.guru hanya sebagai fasilitator, guru tidak mentransferkan pengetahuan yang telah dimikikinya melaikan membantu siswa membentuk pengetahuannya sendiri.
F. IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
Dalam keterkaitannya mengenai teory belajar kostruktivistik dapat di lihat dari beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Suasana kelas pada saat pembelajaran.
Dalam kaitannya dengan suasana kelas pada saat pembelajaran di mulai,ada beberapa hal yang kami perhatikan,baik itu mengenai media pembelajaran maupun bagaimana situasi kelas pasa saat pembelajaran berlangsung.
a. Persiapan dan Pelaksanaan Kegiatan pembelajaran.
Sebelum proses belajar mengajar di mulai, para siswa telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam kelangsungan pembelajaran seperti LKS dan alat tulis. Misalkan ketika guru mengadakan tanya jawab pada kegiatan awal pembelajaran, Setiap siswa ditanyakan tentang apa yang mereka ketahui tentang amandemen UUD 1945 kemudian setelah itu menyampaikan materi pelajaran secara umum, kemudian menyuruh siswa untuk menuliskan dasar pemikiran, tujuan perubahan serta hasil perubahan UUD 1945 di papan tulis. Setelah selesai menulis di papan tulis, guru menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan dan cara-caranya. Guru meminta siswa untuk membuat masing-masing satu pertanyaan yang berkaitn dengan pokok bahsan yang telah disampaikan.kemudian mengumpulannya dalam sebuah toples yang disediakan, selain itu guru juga telah menyiapkan toples lain yang berisi nomor absen siswa. Guru kemudian mengundi nomor yang telah disesuaikan dengan nomor absen siswa. Siswa yang mempunyai Nomor absen yang keluar harus menjawab pertanyaan yang diambil dari toples. Begitu seterusnya.
b) Situasi Kelas
Pada saat proses belajar mengajar dimulai suasana kelas sudah kondusif, para siswa telah bersiap untuk mengikuti proses belajar, itu terlihat dari keseriusan mereka mendengarkan pengarahan dari guru mereka dalam keitannya dengan penyampaian materi secara umum dan metode pembelajaran yang akan digunakan.Akan tetapi penggunaan metode snowball trowing dalam kegiatan pembelajaran juga mempunyai kekurangan yaitu suasana kelas menjadi kurang kondusif karena siswa berebut untuk mengundi nomor dan mengambil pertanyaan. Selain itu juga terjadi ketergantungan siswa pada siswa lain.
Menurut keterangan dari guru Mata Pelajaran PKn di SMPN 7 Mataram, kelas VIII.9 merupakan kelas olahraga jadi perhatian para siswa terhadap pelajaran kurang dan perlu sedikit dimotivasi dan dipacu dalam kegiatan pembelajaran, dan penggunaan metode snowball throwing dalam kegiatan pembelajaran terbukti dapat membangkitkan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran meskipun kondisi kelas dengan menggunakan metode ini kurang kondusif tetapi respon siswa dalam menerima pelajaran yang disampaikan pada hari itu cukup baik dan memiliki kesan tersendiri bagi siswa.
G. Dokumentsi
BAB 1V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan di SMPN 7 Mataram, dapat disimpulkan bahwa guru dalam memilih metode dan teori pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa , guru Mata Pelajaran PKn bisa mensiasti dan memilih metode yang tepat untuk digunakan di kelas VIII.9 yang merupakan kelas olahraga dan mempunyai perhataian yang kurang terhadap pelajaran.
Dari proses pembelajarannya dapat dilihat guru lebih memberikan kebebasan terhadap siswanya untuk belajar mengembangkan kemempuannya.Metode belajar yang digunakan cukup menarik minat siswa dalam belajar.Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai.
B. Saran
Proses belajar mengajar di SMPN 7 Mataram menurut hasil observasi kelompok kami sangat bagus.Namun yang perlu dibenahi sedikit adalah penegelolaan kelas dalam penggunaan metode snowball throwing agar suasana kelas lebih kondusif.
Jumat, 13 April 2012
Perkenalan
Hay..kenalin nama saya Rima Nauriz Maelani......
Saya adalah seorang mahasiswi di satu-satunya universitas negri di NTB....hee
Saya adalah seorang mahasiswi di satu-satunya universitas negri di NTB....hee
Langganan:
Postingan (Atom)